Sabtu, 14 Februari 2015

6 Dinasti Ayah & Anak di Dunia Sepak bola


Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini mungkin sangat tepat untuk menggambarkan karier para pemain ini. Kesuksesan di jagat sepak bola menular hingga ke anak-cucu.

Istilah bakat merupakan faktor genetik memang benar adanya. Umumnya, kesuksesan ayah di bidang tertentu akan diikuti oleh keturunannya.

Hal ini juga berlaku di dunia sepak bola. Biasanya, sang anak bakal mengikuti jejak kesuksesan sang ayah di dunia lapangan hijau.

Sebagai bentuk penghargaan, klub akan memensiunkan sementara nomor sang ayah untuk kemudian diwariskan kepada anaknya.

Liputan6.com telah merangkum kesuksesan ayah dan anak di dunia sepak bola yang kemudian membentuk dinasti di klub tertentu.

1. Maldini


Keluarga Maldini mungkin saja menjadi pasangan ayah dan anak yang paling sukses di dunia sepakbla Italia. Sang ayah, Cesare Maldini, merupakan bek tengah AC Milan pada periode 1954-1966.

Cesare tercatat bermain sebanyak 347 kali untuk Milan dan mencetak tiga gol. Di timnas, Cesare memperkuat Italia di Piala Dunia 1962 dan 1966.

Sang anak, Paolo, tampil lebih gemilang daripada ayahnya. Seumur hidup, Paolo hanya membela satu klub, AC Milan, selama 24 tahun. Ia total bermain 647 kali di Rossoneri sekaligus menjadi pemain yang bermain terbanyak di Serie A. Nomor 3 yang dipakai Paolo tidak akan dipakai lagi oleh siapa pun kecuali jika anaknya kelak bermain di AC Milan.

Uniknya, Cesare dan Paolo sama-sama pernah mengangkat Piala Champions (di era Cesare bernama European Cup). Cesare mengangkat piala tersebut sebagai kapten AC Milan pada 1963 kala usianya 31 tahun. Paolo melakukannya pada 2003 di usia 35 tahun. Mereka tercatat sebagai satu-satunya ayah-anak yang bisa melakukan hal demikian.

Nomor punggung 3 di Milan kini diwariskan kepada Christian Maldini. Namun, Maldini muda kini kesulitan menyamai prestasi ayah dan kakeknya.

Maldini, yang berusia 17 tahun, dipinjamkan ke klub Serie B, Brescia, agar memiliki lebih banyak kesempatan bermain di tim utama.

2. Redknapp


Harry Redknapp adalah pemain reguler untuk West Ham United pada periode 1965 hingga 1972. Ia tercatat bermain 175 kali dalam 7 musim. Posisinya saat itu adalah gelandang.

Setelah pensiun,  Harry memulai karier kepelatihannya dengan menangani Bournemouth, klub yang juga pernah dibelanya selama 4 musim, pada 1983. Sembilan tahun menangani klub ini, Harry kemudian berhasil mendapatkan kesempatan untuk melatih tim-tim Premier League, yaitu Porstmouth, Southampton, dan terakhir Tottenham Hotspurs.

Memang prestasi tertingginya hanya mengantar Portsmouth menjuarai Piala FA 2008. Namun, Harry selalu memberikan sentuhan magis untuk tim yang diasuhnya. Bersama Tottenham, ia bisa mengantar kubu Spurs menembus Piala Champions musim lalu.

Sang anak, Jamie, memulai karier di bawah asuhan Harry di Bournemouth. Pada 1991, ia memutuskan hijrah ke Liverpool dan meraih kesuksesan bersama The Reds. Selama 11 tahun di Liverpool, Jamie bermain 238 kali.

Kritikan tajam mengarah kepadanya karena kehidupan Jamie di luar lapangan justru terlalu mengarah pada kehidupan selebritis. Setelah mendapatkan beberapa kali cedera serius, Jamie pensiun di Southampton pada 2005.

Dari segi penampilan di timnas, Jamie lebih baik daripada sang ayah. Jamie sudah 17 kali merumput bersama The Three Lions sedangkan Harry tidak pernah dipanggil ke timnas.


3. Lampard


Ada dua Frank Lampard di Inggris, yang senior dan anaknya, si junior. Frank Lampard senior membela West Ham sejak 1967 hingga 1985 (18 tahun). Ia tampil sebanyak 551 kali untuk The Hammers di seluruh kompetisi. Frank Lampard senior gantung sepatu pada 1986 di Southend United.

Uniknya, Frank Lampard Senior sempat menjadi asisten pelatih West Ham pada 1994 hingga 2001. Ia sempat merasakan bekerjasama dengan Harry Redknapp yang merupakan saudara iparnya sendiri.

Frank Junior tampil lebih baik daripada sang ayah. Si Junior ini bahkan telah menjadi legenda saat ia masih bermain bersama Chelsea. Lampard tercatat sebagai gelandang tersubur sepanjang sejarah Premier League (139 gol).

Rekor lain, Lampard mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak untuk Inggris dari titik penalti (7 kali). Rekor ini didapatnya kala mengeksekusi penalti melawan Swiss 2-2 kemarin. Lampard juga tercatat sebagai pemain Chelsea dengan IQ tertinggi.

4. Hazard


Ayah dan ibu Hazard adalah seorang pesepak bola. Sang ayah, Thierry, menghabiskan kariernya di klub semi profesional, La Louviere, yang berpartisipasi di Divisi II Liga Belgia.

Hazard tiga adik dan merteka semuanya berprofesi sebagai atlet sepak bola. Sang adik, Thorgan Hazard, bergabung bersama Chelsea pada 2012 lalu dan kini dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach.

Adapun, adik kedua Hazard, Kylian, baru saja bergabung bersama Akademi Chelsea.

5. Sartono


Sartono Anwar mengabdikan sepanjang hidupnya dengan berkarya di dunia sepak bola.  Bahkan dia rela meninggalkan hidup yang mapan, gaji dan bonus yang tertib di Pertamina serta jadwal kerja yang jelas. Semuanya ia tinggalkan demi bola dan lapangan rumput hijau.

Karier sepakbola Anwar dimulai saat berusia 13 tahun.  Saat itu Sartono muda bergabung di klub Sport Supaya Sehat (SSS), sebuah klub lokal di Kota Semarang. Bakat Sartono mengolah si kulit bundar menurun dari M. Anwar, sang bapak yang juga pemain bola di PS POP Semarang.

Sartono Anwar adalah ayah dari pemain mantan penggawa Timnas Indonesia, Nova Arianto Sartono. Nova berposisi sebagai bek tengah.

Vava memiliki julukan Suster Ngesot karena kerap merayakan gol dengan cara mengesot di lapangan. Saat ini, Vava bertugas sebagai asisten pelatih Pelita Bandung Raya.

6. Hadi


Keterbatasan finansial tidak menghalangi niat Muchlis Hadi Ning Syaifullah untuk berprestasi di level internasional. Mengawali karier sebagai pesepakbola dengan seadanya, Muchlis pun kini menjadi pilar tim nasional Indonesia U-19 yang lolos ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar.

Semasa kecilnya, Muchlis harus rela dilatih oleh orang tua sendiri lantaran tidak mampu membayar biaya masuk mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). Keterbatasan dana membuat Muchlis kecil sehari-hari hanya berlatih di bawah pengawasan sang ayah, Samsul Hadi.

Samsul sendiri bukan asal-asalan dalam melatih Muchlis kecil, karena ia sebelumnya adalah mantan stopper tim Assyabab Surabaya, satu angkatan dengan Mustaqim dan Putut Wijanarko. Berbekal ilmu sebagai pemain bola inilah, Samsul lantas menempa Muchlis cara menggocek, menendang, menyundul, serta mengontrol bola.

Namun menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama, Samsul sadar Muchlis memang butuh masuk SSB untuk meningkatkan pengalamannya. Namun lagi-lagi Samsul menemui kendala dalam mendukung kiprah Muchlis, lantaran pada saat itu ia tidak bisa membelikan sang anak sepatu berkualitas.

Sumber : Liputan6

6 Fakta Hari Valentine yang Mengejutkan


Di sejumlah negara, mungkin 14 Februari menjadi momen bahagia pasangan. Tapi tahukah Anda, sejumlah wanita di negara maju seperti Amerika, hari valentine justru membuat mereka frustasi.
Simak ulasannya, seperti dikutip Ibitimes, Jumat (13/2/2015) berikut ini:

1.Muncul pasar gelap di Arab Saudi

Setiap 14 Februari, di Arab Saudi tidak boleh ada yang menjual segala bentuk hati, termasuk bunga dan permen. Pada akhirnya, di negara ini berkembang pasar gelap yang menjual mawar merah selama Valentine.
2. Singles Awareness Day
Bagi mereka yang memiliki pasangan, hari valentine mungkin bisa sangat berarti. Tapi bagi jomblo-istilah seseorang yang tidak memiliki pasangan, Valentine sering disebut Hari Kekhawatiran Jomblo (Singles Awareness Day).
3. Toko hewan laris manis
Tak hanya perusahaan cokelat atau bunga, beberapa toko hewan bahkan menawarkan promosi hewan dan diskon adopsi khusus di Hari Valentine.
4. Banyak hadiah untuk hewan peliharaan
Setidaknya 9 juta jomblo akan memberikan hadiah Hari Valentine untuk hewan peliharaannya.
5. Banyak orang frustasi
Dalam suatu jajak pendapat, ditemukan bahwa 60 persen responden merasa kesepian di Hari Valentine karena jomblo, 7 persen merasa frustrasi, dan 15 persen terinspirasi untuk menemukan jodoh mereka.
6. Banyak lamaran pernikahan
Di AS, lebih dari 220.000 lamaran pernikahan diajukan di tanggal 14 Februari, walaupun tak semua dijawab 'iya'.
Sumber : Liputan6

4 Tips Punya Mobil Mewah tapi Murah


Memiliki mobil mewah adalah impian banyak orang. Untuk memiliki mobil mewah tentu harus dibayar dengan harga yang tidak murah. Hal ini juga berlaku untuk modifikasi mobil. Untuk memiliki mobil modifikasi yang bagus, diperlukan juga uang yang banyak.
Tetapi, hal tersebut bukan satu-satunya pilihan. Anda tetap dapat memiliki mobil mewah atau mobil modifikasi dengan harga yang dapat ditekan serendah mungkin dengan beberapa cara.
Melansir Jalopnik pada Rabu (11/2/2015), berikut adalah 4 tips yang dapat Anda coba jika ingin memiliki mobil yang mewah tetapi dengan harga yang murah:
Googling
Kunci pertama saat berencana membeli atau memodifikasi mobil adalah mencari informasi sebanyak mungkin tentang mobil tersebut. Hal ini sangat penting, misalnya, untuk mengetahui apakah mobil Anda nantinya perlu perawatan yang mahal atau tidak.
Hal ini juga berlaku jika ingin memodifikasi mobil. Ingat, mobil bekas tetap dapat tampil mewah dengan beberapa modifikasi. Modifikasi ini juga biayanya dapat ditekan dengan beberapa cara, misalnya dengan memiliki mekanik independen. 
Memiliki mekanik independen
Menyerahkan modifikasi pada mekanik yang independen adalah salah satu cara untuk menekan harga. Maksudnya mekanik independen adalah, ia tidak terikat pada kontrak kerja pada bengkel tertentu. Biasanya, mekanik independen membuka bengkel di rumahnya sendiri.
Selain itu, Anda juga dapat memodifikasi mobil sendiri. Jika Anda tidak memiliki keahlian, percayalah, semua hal dapat ditemukan dan dipelajari di internet. Syaratnya hanyalah ketelitian dan keberanian, tentu, ditambah dengan peralatan yang memadai.
Tentukan skala prioritas
Bahkan jika Anda memiliki mekanik pribadi dan telah mencari secara detail di Google, Anda tetap membutuhkan uang. Untuk mobil bekas, biasanya uang akan cepat keluar, entah itu untuk perbaikan, pemeliharaan atau modifikasi. Masalahnya, uang yang keluar biasanya angat besar karena tidak dikontrol.
Untuk masalah ini, yang Anda butuhkan adalah mengetahui apa skala prioritasnya. Misalnya, untuk memodifikasi mobil bekas agar terlihat mewah, apa komponen yang paling penting untuk dibeli? Dengan menetapkan skala prioritas, uang yang dikeluarkan pun akan lebih terkontrol.
Perencanaan yang matang
Ini adalah hal yang terpenting. Sebelum membeli mobil bekas, pastikan bahwa Anda memiliki perencanaan yang matang.
Jika Anda dapat meluangkan waktu untuk riset secara detail, memiliki mekanik yang Anda percaya dan pembuatan anggaran yang jelas, maka sepertinya sebentar lagi Anda akan memiliki mobil mewah tetapi dengan lebih sedikit uang yang dikeluarkan. 
Sumber : Liputan6